Polres Rembang Panen Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

Diri

12 January 2026


Tribuanapost.com-Rembang, 12 Januari 2026 – Polres Rembang, Polda Jawa Tengah, ikut memanen jagung serentak Kuartal IV 2025 di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolri melalui zoom meeting, sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional.

Ratusan petani lokal memanen hasil panen raya yang mencapai 5 ton jagung hibrida per hektare, di lahan seluas 10 hektare. Acara ini melibatkan sinergi Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, dengan kehadiran langsung Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro, S.I.K., M.H., serta Wakapolres Kompol M. Fadhlan, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel polisi.

Dalam zoom meeting, Kapolri menekankan peran strategis Polri di sektor pertanian. “Kepolisian harus aktif mendampingi petani dan mengoptimalkan lahan produktif untuk ketahanan pangan nasional,” ujar Kapolri, seperti disampaikan dalam arahan virtual yang diikuti seluruh jajaran Polres Rembang.

Wakapolres Kompol M. Fadhlan menyatakan, kehadiran polisi di lapangan membuktikan komitmen nyata. “Kami tidak hanya mengamankan, tapi berbaur langsung dengan petani. Ini membantu mereka mengatasi tantangan cuaca ekstrem tahun lalu yang sempat menurunkan hasil panen hingga 20 persen,” katanya saat berbincang dengan petani di lokasi.

Panen ini menjadi momentum penting bagi petani seperti Suroto (45), warga Dukuh Pentil. “Dukungan polisi memudahkan kami akses bibit unggul dan pupuk subsidi. Hasil panen kali ini bisa dijual Rp 4.500 per kilogram, naik 15 persen dari musim sebelumnya,” ceritanya sambil memanen jagung kuning cerah.

Kegiatan ini sejalan dengan target swasembada pangan 2026 dari Kementerian Pertanian, yang menargetkan produksi jagung nasional mencapai 14 juta ton. Di Rembang, kontribusi lahan jagung mencapai 15 ribu hektare, menyumbang 10 persen produksi Jawa Tengah. Polres Rembang telah mendampingi 20 kelompok tani sejak Kuartal III 2025, termasuk pelatihan pengendalian hama dan pemasaran hasil panen.

Dampaknya terasa langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Petani setempat melaporkan peningkatan pendapatan rata-rata Rp 50 juta per hektare per musim, yang membantu stabilitas harga pangan lokal. “Ini menjaga ketersediaan jagung untuk pakan ternak dan konsumsi sehari-hari,” tambah Kepala Desa Gunungsari, Sutrisno.

Polres Rembang berjanji melanjutkan pendampingan serupa di kuartal mendatang. “Kami siap sinergi berkelanjutan demi ketahanan pangan yang mandiri,” tegas AKBP Dhanang Bagus Anggoro.

Kegiatan ini juga menjadi contoh bagi daerah lain, di mana Polri semakin meluas perannya dari pengamanan ke pemberdayaan ekonomi rakyat.


Pewarta :Diri

Leave a Comment