Kelas Persiapan Calon Pengantin: Kolaborasi PKBI Rembang, Puskesmas Pancur, dan Kemenag untuk Cegah Stunting

redaksi

16 August 2025


Tribuanapost id-Rembang , Dalam upaya meningkatkan kesiapan pasangan calon pengantin (catin) sekaligus mendorong pencegahan stunting sejak dini, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Rembang menggelar kegiatan Kelas Persiapan Pernikahan. Acara ini berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025, di Aula Puskesmas Pancur, dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari Puskesmas Pancur, Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA) Pancur, hingga dukungan PKBI Nasional dan PKBI Daerah Jawa Tengah.

Siapa yang Hadir?

Kegiatan ini diikuti oleh 18 pasangan calon pengantin yang berasal dari wilayah Kecamatan Pancur dan sekitarnya. Mereka mendapatkan pembekalan seputar kesehatan, kesiapan mental, serta wawasan membangun keluarga berkualitas.

Acara dibuka langsung oleh Ketua PKBI Cabang Rembang, Siti Halimatussa’diyah, S.Gz. Hadir pula dalam kegiatan tersebut perwakilan dari PKBI Nasional, yakni Dwi Yunanto Hermawan dan Heny Widianingrum, serta Jannati dari PKBI Daerah Jawa Tengah yang mewakili unsur remaja.

Sementara itu, narasumber yang memberikan materi adalah Mutmainnah, Fasilitator Bimbingan Perkawinan (Binwin) dari Kementerian Agama; dr. Khanada Wadadyatama dari Puskesmas Pancur; serta Ir. Dwi Wahyuni H, Wakil Ketua PKBI Cabang Rembang.

Apa yang Disampaikan?

Dalam sambutannya, Ketua PKBI Rembang menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya terus melakukan berbagai inovasi untuk mencegah stunting di Kabupaten Rembang.

“PKBI telah melaksanakan program RAGA GENTING (Gerakan Keluarga Cegah Stunting) sejak tahun 2022 hingga 2024 dengan lokasi pilot project di Desa Pasar Banggi dan Desa Sumbergirang. Tahun ini kami menghadirkan inovasi baru yaitu Si RAma Sinta (Gerakan Remaja Pra Nikah Sehat Atasi Stunting), dengan desa percontohan di Desa Pandean, Kecamatan Rembang. Fokusnya adalah pada edukasi kesehatan reproduksi remaja dan persiapan pernikahan, termasuk calon pengantin,” jelas Siti Halimatussa’diyah.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas.

Bagaimana Kegiatan Berlangsung?

Selama kelas berlangsung, para calon pengantin tidak hanya menerima materi edukatif, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan gratis dari tenaga medis Puskesmas Pancur. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Indeks Massa Tubuh (IMT)
  • Tekanan darah (tensi)
  • Hemoglobin (Hb)
  • Gula darah
  • Skrining kesehatan jiwa
  • Layanan psikologis yang difasilitasi oleh PKBI Rembang.

Layanan ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental para catin sehingga siap membangun keluarga yang sehat.

Mengapa Kegiatan Ini Penting?

Pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan seseorang. Namun, tanpa persiapan yang matang, pasangan muda berisiko menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kesiapan psikologis, hingga risiko stunting pada anak.

Dengan adanya kelas persiapan ini, para calon pengantin diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang lebih baik, terutama dalam aspek kesehatan, mental, serta kesadaran akan pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan produktif.

Apa Dampak yang Diharapkan?

PKBI menargetkan program ini mampu mencetak generasi muda yang lebih peduli pada kesehatan keluarga. Selain itu, adanya sinergi antara PKBI, pemerintah, dan lembaga kesehatan diyakini akan memperkuat gerakan pencegahan stunting di Kabupaten Rembang.

“Jika sejak awal pasangan calon pengantin sudah dibekali ilmu, dicek kesehatannya, dan mendapat pendampingan, maka langkah menuju keluarga yang berkualitas akan lebih mudah diwujudkan,” tutur salah satu narasumber, dr. Khanada.

Kesimpulan

Kegiatan Kelas Persiapan Calon Pengantin yang digelar PKBI Rembang bersama Puskesmas Pancur dan Kementerian Agama bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi nyata mencegah stunting melalui edukasi pranikah. Dengan melibatkan 18 pasangan calon pengantin, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam membangun keluarga sehat, mandiri, dan berkualitas di Kabupaten Rembang.


Leave a Comment